Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, terdapat berbagai macam suku, bahasa, tarian dan rumah adat. Salah satu yang terkenal dan menjadi destinasi wisata hingga saat ini adalah Tari Piring Minangkabau. Tapi tahukah Anda bagaimana sejarah dan makna gerakannya?

Sejarah Tari Piring

Pada zaman dahulu, pemujaan kepada tuhan adalah aspek yang sangat penting, termasuk masyarakat Minangkabau yang selalu merayakan rasa syukur kepada dewa atas hasil panen yang sudah didapatkan. Mereka membawa banyak sesaji yang diletakkan di atas piring.

Piring tersebut tidak dibiarkan begitu saja, namun dibawa dengan gerakan yang unik dan menarik, diiringi dengan alunan irama yang indah. Jadi, bisa disimpulkan bahwasanya tari piring seperti yang Anda lihat tidak seperti sekarang ini, melainkan diisi oleh hasil panen daerah masing-masing.

Gerakan Awal Tari Piring
Gerakan Awal Tari Piring / IndonesiaKaya

Contohnya adalah sayuran, buah-buahan, rempah dan lain sebagainya. Tari piring semakin berkembang pesat pada Kerajaan Sriwijaya, tidak hanya ditampilkan saat ritual pemujaan saja tapi juga hiburan Raja dan penyambutan tamu.

Pada saat kerajaan Sriwijaya dikalahkan oleh Majapahit pada abad ke 16, tari piring tidak hilang begitu saja, justru semakin terkenal hingga ke penjuru Pulau Sumatera karena dibawakan oleh rakyat Sriwijaya yang melarikan diri. Perpaduan Minangkabau dan Melayu menjadi ciri khasnya.

Ketika agama Islam mulai masuk ke Minangkabau, Tari Piring tidak lagi dijadikan sebagai ritual tapi hiburan dan kesenian semata. Begitulah sejarah singkat Tari Piring.

Makna Gerakan dalam Tari Piring

Gerakan tari piring pada umumnya yaitu mengayunkan dua telapak tangan dengan gerakan yang sangat cepat dan dentingan jari cincin para pemainnya. Di akhir, biasanya piring dilempar hingga pecah dan para penari menari di atasnya.

Alat musik yang mengiringinya bernama talempong dengan jumlah pemain ganjil dari tiga hingga tujuh orang. Penonton dibuat takjub dengan keseimbangan antara gerakan penari dengan musik yang mengiringi. Namun Anda perlu tahu bahwa masing-masing gerakan ada maknanya lho:

1. Gerak Pasambahan

Gerak pasambahan adalah tarian pembukaan yang dimainkan oleh para penari pria. Maknanya adalah sebagai rasa syukur kepada Allah SWT Sang Pencipta Alam yang mengatur kelancaran acara, serta sebagai permohonan penari agar penonton bisa bekerja sama dan tidak membuat kericuhan.

2. Gerak Singanjuo Lalai

Tari Piring Dalam Upacara Adat Dan Pernikahan
Tari Piring Dalam Upacara Adat Dan Pernikahan / IndonesiaKaya

Gerak singanjuo lalai dibawakan oleh penari perempuan dengan lemah lembut. Menggambarkan kehidupan dimulai dari pagi hari yang amat sejuk.

3. Gerak Mencangkul

Gerak mencangkul jelas memiliki makna sekumpulan petani yang tengah mengelola sawahnya. Hal ini dilakukan karena seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa pada awalnya tari piring memang ditujukan untuk pemujaan dewa atas pemberian hasil panen.

4. Gerak Menyiang

Gerakan ini berkisah tentang petani yang sedang menyiang atau membersihkan rumput yang ada di sawahnya. Walaupun begitu, gerakan para penarinya sangat menarik sehingga tidak membuat penonton bosan.

5. Gerak Membuang Sampah

Gerak membuang sampah yaitu gerakan yang menceritakan para petani membuang sampah hasil dari penyiangan yang sudah dilakukan sebelumnya. Setiap gerakan harus dijalankan secara runtut sesuai dengan adat turun temurun.

6. Gerak Menyemai

Sesuai dengan Namanya, gerakan ini menceritakan para petani yang sedang menyemai benih padi yang akan ditanam. Mengapa padi? Karena mayoritas sawah di Minangkabau ditanami oleh padi.

Menari Di Atas Pecahan Piring Seperti Menumbuk Padi
Menari Di Atas Pecahan Piring Seperti Menumbuk Padi

Selain dari keenam gerakan di atas, sebenarnya masih ada 14 gerakan lagi yang menjelaskan proses kegiatan menanam dari awal hingga akhir. Contohnya adalah melepas lelah, menyabit padi, mengirik padi, menumbuk padi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tagged in:

,