Makanan khas Indonesia bernama soto hampir ada di setiap daerah. Umumnya, hal yang membedakan adalah bumbu, isian, jenis kuah dan makanan pelengkap. Salah satu soto legendaris yang eksis hingga sekarang adalah Soto Sulung.

Banyak yang sudah membuktikan kelezatan soto tersebut tetapi belum banyak yang mengetahui asal usul Soto Sulung. Beberapa ada yang mengenalnya sebagai soto asli Madura namun ada juga yang beranggapan sebagai soto dari Surabaya. Lalu, mana anggapan yang benar?

Asal Usul Penamaan Soto Sulung

Soto Sulung sangat terkenal sampai-sampai Anda dapat dengan mudah menemukan soto tersebut di berbagai daerah di Indonesia. Membahas mengenai asal muasal, sebenarnya tidak ada sumber yang benar-benar pasti. Namun, satu hal yang jelas adalah Soto Sulung pertama kali ada di Surabaya.

Berdasarkan kabar yang paling banyak berkembang, Soto Sulung dibuat pertama kali oleh orang seorang perantauan asal Madura yang menetap di Surabaya.

Saat itu, Madura memang sudah memiliki sajian soto sendiri.kemudian berniat untuk mengenalkan Soto Madura ke masyarakat Surabaya. Tetapi, dia melakukan sedikit perubahan agar menyesuaikan dengan lidah penduduk setempat.

Ilustrasi Soto Sulung Kuning 1
Ilustrasi Soto Sulung Kuning 1

Atas ide tersebut, lahirlah Soto Sulung yang merupakan adaptasi dari Soto Madura di Surabaya. Menurut cerita, kata ‘Sulung’ diambil dari sebuah nama gang yang ada di Surabaya. Soto Sulung pertama kali dijajakan menggunakan pikulan.

Penjual akan berkeliling ke beberapa komplek dan berhenti di titik-titik tertentu. Sejak saat itulah, Soto Sulung mulai dikenal dan dibawa ke banyak daerah di luar Surabaya.

Bahkan di Yogyakarta, ada sebuah kedai Soto Sulung yang sudah dibuka sejak tahun 1970. Lokasi persisnya ada di kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta. Pemilik Soto Sulung di Yogyakarta dan di beberapa tempat lain merupakan keturunan kesekian dari pendiri pertama.

Lihat pula: Soto Gerabah Khas Solo

Maka tidak mengherankan apabila citarasa yang dihadirkan tidak berubah. Sebab, mereka masih mempraktekkan resep asli yang diwariskan secara turun temurun.

Ciri Khas Soto Sulung 

Sepertinya hampir semua orang menjadi penggemar Soto Sulung. Daya tarik soto tersebut ada di kuah yang segar, bumbu yang bercita rasa tinggi dan isian yang beragam.

Soto Sulung biasa disajikan dengan nasi secara terpisah. Uniknya, nasi tersebut bukan ditempatkan di piring melainkan dibungkus menggunakan daun pisang. Alhasil, aroma khas dari daun pisang semakin melezatkan nasi.

Sedangkan isian Soto Sulung antara lain:

  • Mie bihun
  • Sayuran
  • Daging sapi
  • Jeroan sapi seperti babat dan usus
  • Telur rebus
  • Seledri
  • Bawang goreng

Kuah soto yang berwarna kekuningan terasa sangat gurih. Warna kuning tersebut karena ada menggunakan kunyit sebagai bumbu. Selain kunyit, kuah soto juga diracik dari bawang merah, bawang putih, merica dan kemiri.

Rempah lain yang biasa dicampurkan seperti pala, serai, kapulaga, cengkeh dan kayumanis. Oleh sebab itu, Anda akan mendapatkan kuah yang segar, gurih dan beraroma harum khas rempah. Apakah sudah tidak sabar ingin mencicipi Soto Sulung? Soto yang pertama kali dikenal di Surabaya ini memang memiliki citarasa yang tidak boleh dilewatkan.

Terlebih lagi, soto yang dihidangkan saat hangat dapat Anda nikmati dengan sambal rebus dan kerupuk. Apabila Anda tidak menyukai jeroan, maka mintalah kepada penjual untuk memasukkan daging saja.

Menurut cerita, karena jeroanlah yang sempat menyebabkan Soto Sulung tidak laku di Surabaya. Sebab, banyak penduduk yang menghindari sumber kolesterol yang salah satunya adalah jeroan. Pada saat itu Soto Sulung bersaing ketat dengan Soto Ayam Lamongan. Walaupun begitu, penggemar masih terus ada sehingga eksistensinya bertahan sampai sekarang.