Kangen liburan? Ikut Open Trip Bromo aja!

Fenomena alam yang cukup menghebohkan masyarakat Indonesia adalah adanya salju di gunung Bromo. Sebelum viralnya fenomena ini, sudah ada fenomena lain yang membuat publik terkesima yakni wilayah dataran tinggi Dieng yang dipenuhi es layaknya salju. Namun, sebenarnya apa yang terjadi di Gunung Bromo? Berikut fakta gunung Bromo bersalju, ini alasannya!

Fakta Dibalik Gunung Bromo Bersalju

Beredarnya foto-foto yang memperlihatkan kondisi Gunung Bromo yang bersalju membuat jagad dunia maya semakin ramai. Fenomena alam ini sebenarnya sudah sangat umum terjadi, khususnya di wilayah dataran tinggi seperti Dieng, Semeru dan Bromo. Apakah Anda mengetahui bagaimana fenomena alam ini bisa terjadi?

Adanya asumsi masyarakat yang salah kaprah, membuat BB-TNBTS (Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) memberikan klarifikasi perihal fenomena alam yang terjadi di Gunung Bromo. Bapak Murdiyono selaku kabid wilayah 1 menyatakan jika salju yang ada di Gunung Bromo adalah hasil dari embun beku akibat suhu yang sangat dingin.

Beliau juga mengatakan jika embun beku atau frost ini akan muncul saat suhu di Bromo di bawah 0 derajat celcius. Fenomena frost pasti muncul di dataran tinggi, tetapi waktu kemunculannya tidak dapat diprediksi. Jadi, ketika muncul fenomena ini di tengah kunjungan para wisatawan, maka wisatawan tersebut cukup beruntung.

Petaka Dibalik Pesona Salju Gunung Bromo

Keunikan adanya fenomena alam salju di Gunung Bromo membuat pemandangan alam sekitar tampak cantik dan memesona. Butiran embun beku menempel pada seluruh rumput, pohon, tanaman warga hingga pasir. Pemandangan cantik ini sering disebut warga sekitar sebagai embun upas. Namun, akan ada petaka yang akan ditimbulkan dari adanya frost ini, di antaranya:

Wisatawan yang Berkunjung Semakin Banyak

Uniknya, fenomena frost membuat lonjakan wisatawan Gunung Bromo cukup signifikan. Biasanya, ketika terjadi fenomena ini akan meningkat hingga 50%. Wisatawan yang tertarik dengan salju Gunung Bromo meliputi wisatawan lokal maupun asing.

Suhu udara di Sekitar Bromo Mencapai Minus Derajat

Fenomena frost di Gunung Bromo biasanya terjadi sekitar 3 bulan. Hal ini akan membuat suhu di daerah sekitarnya menjadi lebih dingin. Para warga dan wisatawan yang tetap berkunjung, diharapkan memakai pakaian yang lebih tebal untuk terhindar dari hipotermia. Sedangkan, untuk para pendaki juga diharuskan menyiapkan mental dan fisik serta peralatan yang safety.

Tanaman Warga Sekitar akan Terganggu

Embun beku yang menempel pada tanaman warga akan menghambat sel tanaman dalam melakukan fungsi fisiologisnya. Tumbuhan akan kesulitan melakukan fotosintesis, sehingga ketika embun sudah mencair, tumbuhan tersebut akan layu dan mati. Maka, sebenarnya fenomena frost ini akan merugikan para petani karena gagal panen.

Keindahan yang ditampilkan Gunung Bromo ketika ‘bersalju’ mungkin saja akan menjadi pemandangan unik dan menarik, khususnya bagi para photo addict. Namun, kondisi ini justru merugikan para petani karena tanamannya tidak bisa tumbuh semestinya. Apakah Anda menanti fenomena ini atau berharap untuk tidak terjadi lagi?

Tagged in: