Teman-teman pasti sering mendengar istilah asam urat. Akan tetapi, apa sih sebenarnya asam urat itu? Asam urat merupakan senyawa asam yang berbentuk kristal yang merupakan produk akhir dari metabolisme atau pemecahan purin (bentuk turunan nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh.

Secara alamiah purin terdapat dalam tubuh dan dijumpai pada makanan dari sel hidup, yaitu makanan dari tanaman (sayur,buah, kacang-kacangan) maupun dari hewan (daging, jeroan, ikan sarden dan sebagian besar seafood). Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat.

Senyawa asam urat memiliki sifat sukar larut dan mudah mengendap jika kadarnya meningkat beberapa miligram saja. Asam urat diekresi melalui ginjal (sebagian besar) dan saluran cerna (sebagian kecil). Kadar asam urat seseorang tergantung usia dan jenis kelamin.

contoh sendi asam urat (uric acid)
contoh sendi asam urat (uric acid)

Penanganan penyakit asam urat adalah dengan pemberian obat-obatan, untuk meringankan gejalanya dan mencegah penyakit kambuh kembali. Jenis obat asam urat yang biasanya diresepkan dokter untuk menangani penyakit asam urat adalah colchicine dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Pada pasien yang tidak bisa mengonsumsi kedua obat tersebut, dokter akan meresepkan kortikosteoid.

1. Allopurinol

Allopurinol bermanfaat dalam menurunkan kadar asam urat dalam darah. Allopurinol merupakan obat keras, penggunaannya telebih dahulu harus dengan resep dokter. Kadar asam urat selain dipengaruhi gaya hidup, bisa juga dipengaruhi oleh terapi pengobatan, misalnya kadar asam urat tinggi akibat terapi pengobatan kemoterapi. Allopurinol merupakan nama generiknya, nama dagang yang tersedia di pasar antara lain Puricemia dan Kolton.

Allopurinol juga dapat digunakan untuk mencegah peningkatan kadar asam urat pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Allopurinol dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak dan tersedia dalam bentuk tablet dan kapsul.

2. Probenecid

Probenecid merupakan obat resep, jadi tidak bisa dibeli sembarangan di apotek. Probenecid merupakan golongan urikosurik yang dapat dikonsumsioleh orang dewasa dan anak-anak di atas usia 2 tahun. Golongan urikosurik bekerja dengan menurunkan kadar asam urat tinggi dalam tubuh dengan membantu ginjal untuk menyingkirkan asam urat. Obat ini tidak dapat menyembuhkan, tetapi hanya mencegah datangnya asam urat.

Lihat pula: Cara Baca Kartu Menuju Sehat Kementrian Kesehatan

Obat probenecid dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi, seperti: sering buang air kecil mulai dari mual, muntah, sakit kepala, sakit gusi. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

3. Colchicine

Sama seperti Probenecid, Colchicine merupakan golongan obat urikosurik dan obat keras yang harus dengan resep dokter. Colchicine dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak usia lebih dari 16 tahun.

Colchicine bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan dan mengurangi pembentukan kristal asam urat yang menyebabkan nyeri pada sendi yang terdampak. Colchicine bukanlah obat penghilang rasa sakit dan sebaiknya tidak digunakan untuk meringankan penyebab nyeri lainnya. Dokter akan meresepkan colchicine apabila penderita penyakit asam urat tidak bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit dari golongan obat Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS).

Penggunaan colchicine dalam jangka waktu lama sebaiknya disertai dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin, sehingga dokter dapat selalu memantau perkembangan kesehatan Anda. Untuk memaksimalkan pengobatan, penggunaan colchicine juga harus didukung dengan mengurangi makanan tinggi asam urat, seperti hati ayam dan ikan sarden.

4. Febuxostat

Obat Feburic Di Sehatq
Obat Feburic Di Sehatq.com

Febuxostat baru-baru telah mendapat izin edar dari BPOM untuk pengobatan hiperurisemia kronik. Febuxostat merupakan obat golongan xantin oksidase inhibitor yang direkomendasikan sebagai terapi hiperurisemia pada penderita artritis gout (artritis yang disebabkan oleh kadar asam urat darah yang tinggi) yang memiliki kontraindikasi ataupun intoleransi terhadap allopurinol.

Febuxostat memiliki struktur yang berbeda dengan alopurinol, bersifat lebih poten terhadap xantin oksidase dan tidak memiliki efek terhadap enzim lain pada metabolisme purin dan pirimidin. Dosis yang disarankan adalah 80 mg perhari, dan dapat ditingkatkan 120 mg perhari bila target kadar asam urat tidak tercapai setelah 2 sampai 4 minggu. Produk febuxostat tablet 80 mg yang telah disetujui Badan POM adalah produk dengan nama dagang Feburic.

Hiperurisemia atau yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai penyakit asam urat, adalah suatu keadaan kelainan metabolik dimana kadar asam urat di dalam darah melebihi nilai normalnya. Batasan pragmastis hiperurisemia yang sering digunakan adalah jika kadar asam urat darah di atas 7,0 mg/dl pada laki-laki dan 6,0 mg/dl pada perempuan.

Hiperurisemia ini bisa saja asimptomatik atau tanpa gejala. Apabila keadaan hiperurisemia ini berkepanjangan dapat menyebabkan gout atau artritis pirai. Gout atau artritis pirai merupakan penyakit yang diakibatkan oleh deposisi kristal monosodium urat pada sendi atau jaringan lunak.

Untuk mencegah serangan asam urat kembali terjadi, pasien akan disarankan untuk menghindari makanan pemicu asam urat alias yang berkadar purin tinggi, dan mengurangi minuman tinggi gula serta minuman beralkohol.

Makanan Laut Banyak Menjadi Penyebab Asam Urat
Makanan Laut Banyak Menjadi Penyebab Asam Urat

Beberapa makanan penyebab asam urat yang mengandung tinggi purin diantaranya jeroan, makanan laut (seafood), daging merah, minuman beralkohol, makanan atau minuman mengandung pemanis, dan jenis makanan lainnya.

Terapkan pola makan sehat dan seimbang dengan memilih makanan rendah purin yang dapat menjadi pencegah asam urat, yaitu buah-buahan, sayuran rendah purin, serta makanan dari gandum utuh (nasi merah atau coklat, roti gandum, atau sereal gandum). Pilih juga beberapa makanan mengandung protein tinggi, tetapi rendah lemak, contohnya seperti susu rendah lemak, atau daging unggas.