China memang terkenal dengan negara yang menguasai pasaran dunia. Hal tersebut karena China menjual produk–produknya dengan harga yang lebih murah dan terjangkau. Tidak heran jika banyak produk China yang membanjiri Indonesia, termasuk produk tekstil.

Prosedur Impor Tekstil dari China

Berikut adalah beberapa ketentuan tentang prosedur import barang dari China berupa produk tekstil dan semacamnya yang terdapat dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 64/M-DAG/PER/8/2017:

  • Seluruh produk tekstil yang diimpor dari China harus mendapatkan persetujuan impor (PI).
  • Lampiran A dan B wajib mendapatkan PI TPT dari menteri.
  • Produk tekstil kelompok A yang diimpor oleh perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) hanya diperuntukkan sebagai bahan baku atau pelengkap untuk industri sendiri.
  • Produk tekstil dari kelompok A yang diimpor oleh perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Umum (API-U) maka produk tersebut hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri kecil, menengah, dan industri yang tidak melaksanakan TPT sendiri.
  • Kegiatan impor produk tekstil dari kelompok A hanya bisa dilakukan melalui PLB.
  • Produk tekstil dari kelompok B yang diimpor oleh perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) hanya diperbolehkan untuk kebutuhan pelengkap industri sendiri.
  • Sedangkan produk tekstil dari kelompok B yang diimpor oleh perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Umum (API-U) dapat dijual kembali atau diperdagangkan.
  • Kegiatan impor produk tekstil dari kelompok B dapat dilakukan dari China atau PLB.

Prosedur tentang kegiatan impor tekstil dari China ke Indonesia harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh perusahaan–perusahaan yang bersangkutan.

Tarif Impor Tekstil dari China

Tarif Bea Masuk Ekstil Dari China
Tarif Bea Masuk Ekstil Dari China

Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 161-163/PMK.010/2019 menegaskan tentang ketentuan tarif bea masuk produk tekstil dari luar negeri, termasuk China.

Berikut beberapa ketentuan tarif yang ditentukan pemerintah Indonesia untuk produk tekstil:

  • Tarif bea masuk produk benang yang berasal dari serat stapel sintetik dan artifisial dikenakan tarif sebesar Rp1.405 setiap satu kilogram.
  • Ketentuan tarif bea masuk untuk produk benang dikenakan untuk seluruh negara kecuali 121 negara yang terlampir di PMK Nomor 161 Tahun 2019.
  • Pemerintah menentukan tarif bea masuk untuk produk tekstil hingga mencapai 107. Hal tersebut dilakukan untuk meredam terjadinya lonjakan impor kain yang dapat menimbulkan kerugian pada industri nasional.
  • Tarif bea masuk untuk produk kain yaitu sebesar Rp1.318 hingga Rp9.521 per satu meter. Selain itu tarif ad valorem berada pada angka 36,30% hingga 67,70%.
  • Tarif bea masuk untuk produk tirai, gorden, kelambu tempat tidur, kerai dalam, dan barang lainnya yaitu sebesar Rp41.083 per satu kilogram.

Keputusan pemerintah untuk memberlakukan tarif bea masuk untuk produk tekstil dari luar negeri adalah keputusan yang tepat. Hal tersebut untuk melindungi industri dalam negeri supaya terhindar dari kerugian besar akibat kegiatan impor.

Produk impor barang–barang dari China memang menarik, namun jangan sampai Anda terlena dan melupakan produk dalam negeri sendiri yang tidak kalah kualitasnya. Ayo cintai dan gunakan produk dalam negeri juga ya.