Dalam dunia videografi, baik itu dokumenter ataupun perfilman, umumnya terdapat beberapa istilah yang perlu dipahami terlebih dahulu. Salah satu istilah yang mungkin sudah umum didengar adalah b-roll. 

Ada juga a-roll yang masih jarang diketahui, namun keduanya memiliki perbedaan yang sangat jauh. Meskipun berbeda, namun keduanya berhubungan satu sama lain untuk menciptakan atau membuat sebuah video yang bagus. 

Apa itu B-Roll?

Video B-roll dapat diartikan sebagai video tambahan atau rekaman sekunder yang digunakan untuk melengkapi video utama. Umumnya b-roll terdiri atas potongan video yang diambil di luar video utama dan dapat dilakukan kapan saja.

Sebagai contoh, pengambilan video utama diambil pada hari Rabu, sedangkan untuk b-roll dapat diambil pada hari sebelumnya atau setelahnya. Namun dengan syarat, bahwa pengambilan video tersebut dilakukan di tempat yang sama.

Teknik pengambilan video b-roll ini berbeda-beda tergantung dari konten yang sedang dibuat. Angle pengambilan video juga disesuaikan dengan talent atau tujuan rekaman video tersebut. Tujuan dari b-roll ini adalah untuk menambah video menjadi lebih menarik dan hidup. 

Teknik b-roll dalam videgrafi
Teknik b-roll dalam videgrafi

Faktor Pengambilan Video B-Roll

  1. Konsep Video

Tentukan terlebih dahulu konsep video yang ingin Anda buat karena ini akan membantu dalam take video nantinya. Buatlah storyboard sederhana untuk memudahkan pekerjaan Anda dan agar talent lebih mudah memahami apa yang diinginkan.

  1. Lighting

Lighting atau pencahayaan menjadi faktor penting dalam pengambilan video utama ataupun b-roll. Pengaturan atau penempatan cahaya sangatlah krusial dan Anda harus pintar-pintar memilih tempat yang tepat. Pastikan talent dan komponen dalam frame video terkena cahaya yang memadai. 

Sebaiknya menggunakan lighting dari cahaya lampu besar yang umumnya digunakan ketika photoshoot. Pada kamera yang digunakan untuk mengambil video juga sebaiknya diberi lighting eksternal agar penangkapan menjadi lebih baik. 

  1. Kamera

Kamera tentu poin penting karena menjadi senjata utama dalam pengambilan video. Gunakanlah kamera yang memiliki fitur memadai dan pastikan memory di dalamnya cukup untuk merekam video. Semakin baik kamera yang digunakan, semakin bagus hasil akhirnya.

Disarankan untuk menggunakan kamera yang dapat menangkap gambar dengan kecepatan 50/60 fps. Dengan kecepatan tersebut, nanti Anda bisa mengeditnya menjadi slow motion dengan lebih nyaman dan mudah. 

  1. Pergerakan Kamera

Pengambilan video b-roll tidak terlepas dari pergerakan kamera yang dilakukan. Mulai dari gerakan frame in/out, tilt up/down, drag in, dan lain sebagainya. Pergerakan kamera ini juga dapat dimanfaatkan untuk diedit menjadi transisi dalam pengeditan nanti.

  1. Talent

Terakhir ada talent yang juga memiliki peran penting dalam pengambilan video b-roll. Sebelum take video, disarankan untuk melakukan briefing terlebih dahulu sampai benar-benar jelas dan mengerti. Pergerakan talent sebaiknya selaras dengan pergerakan kamera agar hasil video memuaskan.

Tips Mengolah Video B-Roll

Umumnya video b-roll akan digabungkan dengan video utama, namun secara terpisah. Sebaliknya justru bisa mengeditnya langsung sesuai dengan flow video yang dibuat. Berikut beberapa tips dalam mengolah video b-roll agar lebih menarik:

  • Tambahkan filter tertentu untuk menambahkan kesan cinematic.
  • Lakukan pengaturan pencahayaan, kontras, dan lain sebagainya sesuai kebutuhan masing-masing.
  • Tambahkan efek sesuai kebutuhan masing-masing.
  • Atur kecepatan menjadi lebih lambat atau cepat.
  • Tambahkan sound effect pada part tertentu agar lebih menarik.
  • Pastikan video b-roll tersebut dapat terhubung dari video utama sebelumnya atau video selanjutnya dengan halus.

Mendapatkan footage b-roll memang bisa kapan saja, namun Anda harus menentukan mana saja yang perlu dimasukkan ke video utama dan tidak. Pemilihan ini sangat penting karena akan berhubungan dengan hasil akhir video yang dibuat.